Konstruksi Sosial Perdamaian Komunitas Falun Gong Surabaya

Tugas Akhir / Skripsi Sosiologi
Disusun oleh: Osmond H. Mulyono
Program Sarjana Universitas Airlangga
Program Studi Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik

Intisari:

Penelitian ini berawal dari pengalaman subyektif peneliti, berkaitan dengan keberadaan komunitas Falun Gong di Indonesia. Keberadaan komunitas Falun Gong hingga kini masih dirasa kontroversial bagi sebagian kalangan, terutama bagi mereka yang telah menerima konstruksi kenyataan dari pemerintah China bahwa Falun Gong adalah aliran sesat dan menyimpang. Padahal aliran ini secara permukaan nampak sebagai aliran spiritual yang mengajarkan ajaran moral Sejati, Baik, Sabar. Selain itu, keberadaan komunitas ini dalam konteks masyarakat Indonesia yang plural, juga perlu dibahas lebih lanjut, apalagi dengan kondisi sosio-kultural masyarakat Indonesia yang berpotensi besar terjadinya konflik horisontal. Sejalan tidaknya konstruksi perdamaian komunitas Falun Gong dengan konstruksi perdamaian maysrakat Indonesia secara luas berpengaruh terhadap kesediaan masyarakat menerima kehadiran dan peran sosial Falun Gong, dan juga kontribusi yang diberikan komunitas ini dalam hal penciptaan perdamaian.

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini ialah konstruksi sosial perdamaian komunitas Falun Gong, yang dianalisis dan dijelaskan dengan menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, dengan pendekatan kualitatif, yang dilakukan dengan metode observasi partisipasi, dan juga wawancara mendalam, yang dilakukan terhadap sembilan informan yang merupakan praktisi Falun Gong Surabaya. Peneliti menggunakan metode snow ball dalam koleksi data. Data yang didapat dari para informan dan hasil observasi, dijabarkan, dan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode dan prosedur penelitian kualitatif.

Peneliti menemukan bahwa konstruksi perdamaian yang dimiliki komunitas Falun Gong ialah konstruksi inner peace (kedamaian diri), yang dilakukan dengan cara mengurangi perasaan konflik dan kekerasan, dan disisi lainnya memperbesar perasaan perdamaian. Kedamaian diri ini juga dilakukan melalui sikap defensif dalam menyikapi dan merespon konflik. Konstruksi inner peace ini menekankan pada praktik perdamaian yang berorientasi utama pada Sejati, Baik, Sabar, yang dinilai peneliti sebagai sesuatu hal yang simetris dengan konstruksi perdamaian Indonesia secara makro, serta kontributif dalam upaya penciptaan perdamaian di Indonesia.
Read more

Hamil di luar nikah

Tugas Akhir/Skripsi Sosiologi
Disusun oleh: Niken R. Peni
Universitas Airlangga
Program Studi Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Intisari:

Pada beberapa kasus, mungkin kehamilan merupakan dambaan bagi setiap wanita, dan tentunya bagi mereka yang telah menikah, namun luapan perasaan terasa berbeda jika kehamilan ini terjadi akibat dari hubungan seks pra-nikah, yang akhirnya menyebabkan hamil diluar nikah. Penelitian ini mencoba untuk menggambarkan tentang hamil diluar nikah yang dialami oleh remaja, faktor apa yang yang menyebabkan remaja hamil diluar nikah, dan dalam penelitian ini mencoba untuk melihat proses dari hamil di luar nikah yang dialami oleh remaja dari keberfungsian pengasuhan keluarga.

Dalam penelitian ini fokus penelitian berkaitan dengan ketidakharmonisan dalam keluarga, lingkungan tempat remaja bersosialisasi, serta kurangnya pemahaman remaja mengenai pendidikan seks dini, sehingga ada dua permasalahan dalam penelitian ini, yaitu; pertama, Bagaimana remaja menyikapi peran pengasuhan orang tuanya di dalam keluarga?, kedua, Bagaimana remaja menyikapi kehamilan di luar nikah yang dialami?

Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Max webber tentang pilihan rasional. Penelitian ini adalah Penelitian deskriptif yang dianalisis secara kualitatif. Untuk paradigma penelitian, menggunakan paradigma definisi sosial, dimana paradigama definisi sosial dianggap mampu melihat realitas yang muncul pada tindakan sosial. Teknik pemilihan subyek penelitian menggunakan metode snow boll. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview mengunakan pedoman wawancara dan didukung dengan data sekunder lainnya.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, informan mempunyai persamaan yaitu informan yang mengalami hamil di luar nikah memilih untuk meneruskan kandungannya. Dalam melihat pengasuhan dalam keluarga, setiap informan berbeda dalam menyikapinya, dari sikap orang tua yang, otoriter, demokrasi, dan juga permisif. Sedangkan keseluruhan informan menyikapi kehamilannya sebagi kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan dengan menikah.
Read more

Seks bebas dan penyakit menular seksual

Tugas Akhir/Skripsi Sosiologi
Disusun oleh: Arunnika A. Ulfah
Universitas Airlangga
Program Studi Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Intisari:

Remaja masa pencarian jati diri yang mendorongnya mempunyai rasa keingin tahuan yang tinggi, ingin tampil menonjol, dan diakui eksistensinya. Namun disisi lain remaja mengalami ketidakstabilan emosi sehingga mudah dipengaruhi teman dan mengutamakan solidaritas kelompok. Makin banyak remaja yang terjebak ke dalam pola seks bebas karena berbagai pengaruh yang mereka terima baik dari teman, internet, dan pengaruh lingkungan secara umum. Sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas, kalau terus-menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol, tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya.

Dampak pergaulan bebas mengantarkan pada kegiatan menyimpang seperti seks bebas, tindak kriminal termasuk aborsi, narkoba, serta berkembangnya penyakit menular seksual (PMS). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang makna hubungan seks sebelum menikah yang marak para remaja lakukan sekarang ini dan seberapa pahamkah pelaku seks bebas di kalangan remaja terhadap penyakit menular seksual (PMS). Penelitian ini menggunakan tipe penelitian Kualitatif dengan menggunakan teori Interasionisme Simbolik dan Perilaku Kesehatan. Peneliti menggunakan lima remaja yang menetap di kota Malang sebagai informan dalam penelitian ini.
 
Makna seks bebas mengalami pergeseran, dimana seks bebas yang dulu di anggap tabu oleh masyarakat dan khususnya remaja, sekarang ini seks bebas tidak lagi di anggap tabu atau dianggap wajar-wajar saja oleh para remaja yang pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah. Nilai-nilai dalam teman-teman sepermainan (peer group) yang menganggap seks bebas merupakan hal yang wajar, maka nilai-nilai tersebut juga akan menjadi nilai-nilai yang dianut dalam diri para remaja.Walaupun pengetahuan para informan sangat minim tentang PMS, tetapi setidaknya mereka mengetahui bagaimana mana macam-macam, gejala dan cara-cara pengobatannya walaupun merka tidak tahu secara detail penyakit tersebut. Dengan menggunakan alat pengaman dan juga memperiksakan kesehatan diri pada medis merupakan salah satu perilaku kesehatan para informan agar tidak tertular PMS.
Read more

Gender dan perempuan bekerja

Tugas Akhir/Skripsi Sosiologi
Disusun oleh: Angga N. Riswandari
Universitas Airlangga
Program Studi Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Intisari:

Fenomena perempuan bekerja bukanlah hal yang baru dalam masyarakat. Meski bukan fenomena baru, namun masalah perempuan bekerja nampaknya masih terus menjadi perdebatan sampai sekarang. Selain dikarenakan sektor publik tidak ramah keluarga, perdebatan yang muncul lebih disebabkan adanya anggapan bahwa keluarga yang ideal adalah suami bekerja di luar rumah mencari nafkah dan isteri mengurusi pekerjaan rumah yang dimana dikarenakan adanya penafsiran teks agama yang sempit oleh beberapa ulama. Dengan demikian, untuk mengetahui seperti apa pandangan mahasiswa laki-laki berlatar belakang pesantren mengenai perempuan bekerja tentu saja harus memahami apa itu gender, sebagai awal dari permasalahan penelitian ini.

Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran Berger tentang konstruksi sosial. Secara keseluruhan, Penelitian ini berparadigma interpretatif dengan tipe penelitian deskriptif. Sedangkan karakteristik informan adalah mahasiswa laki-laki yang berlatar belakang pesantren dengan lama studi minimal 3 tahun dan proses pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling kemudian pengumpulan data dibantu dengan pedoman wawancara, tape recorder dan MP3. Dan data yang didapat pada akhirnya dianalisis menggunakan transkip-transkip.

Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa pandangan mahasiswa laki-laki berlatar belakang pesantren mengenai gender dan perempuan bekerja terbagi menjadi 2 yaitu: (1) Pandangan moderat, yaitu pandangan yang menyatakan bahwa gender itu menunjukkan keeksistensian posisi laki-laki dan perempuan dan suatu semangat perempuan mendapatkan kesempatan yang sama sedangkan perempuan bekerja adalah peran kedua yang dijalankan perempuan setelah peran utamanya dan perempuan yang sadar dengan kemampuannya. (2) Pandangan tradisionalis, yaitu mahasiswa laki-laki berlatar belakang Pesantren berpandangan bahwa gender itu pemisahan tugas dan pembedaan karakteristik antara laki-laki dan perempuan sedangkan perempuan bekerja adalah perilaku perempuan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma di masyarakat dan upaya perempuan untuk membebaskan diri dari peran utamanya yaitu peran domestik.
Read more

Konstruksi sosial tentang cinta

(Studi kualitatif pada pasangan gay)
 
Tugas Akhir/Skripsi Sosiologi
Disusun oleh: Anindita Daniartati
Universitas Airlangga
Program Studi Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Intisari:

Penelitian mengenai konstruksi sosial realita cinta pasangan gay dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui terbentuknya suatu realita tentang cinta pasangan gay di Surabaya.

Paradigma konstruktivisme telah ditetapkan sebagai paradigma landasan yang menurut peneliti paling tepat untuk menganalisis temuan-temuan tentang proses pembentukan realitas sosial. Data diperoleh dengan menggunakan pedoman indepth interview kepada informan yang diambil secara purposif kemudian dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Khususnya dengan menggunakan sosiologi ilmu pengetahuan Peter L. Berger dan Luckmann.

Kesimpulan hasil penelitian, konstruksi sosial tentang cinta memperlihatkan suatu bentuk kesamaan dalam mengkonstruksi cinta. Yakni keluarga dan lingkungan tempat mas Wawan dan mas Peppy dibesarkan. Pada momen eskternalisasi, kelainan perilaku (feminism) dan kekerasan dalam keluarga sebagi penyebab ekternalisasi mas Wawan dan mas Peppy sehingga berperilaku sebagi gay. Pada momen esternalisasi pula terjadi hubungan timbal balik antara mas Wawan dan mas Peppy dengan lingkungan komunitas gay dan lingkungan sekolah sebagai dasar menetapkan universum yang menjadi legitimasi pilihan tindakannya. Setelah menetapkan pilihan dengan mencintai sesama jenis sebagai pilihan, selanjutnya mas Wawan dan mas Peppy mengobyektivasi cinta sejenis menjadi kebendaan sehingga tampak nyata baginya (obyektif). Selanjutnya setelah momen obyektivasi berlalu dan tampak nyata bagi mas Wawan dan mas Peppy terkait cinta, pada tahap selanjutnya mereka menginternalisasi cinta sesama jenis. Dan melakukan sosialisasi pada generasi selanjutnya.
Read more

Fenomena Warung Kopi Uyel

Tugas Akhir/Skripsi Sosiologi
Disusun oleh: Rifno T. Ditrastiko
Universitas Airlangga
Program Studi Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik

Intisari:

Warung kopi Uyel, merupakan suatu fenomena yang tak dapat disangkal lagi dalam sebuah realitas sosial. Berbagai macam reaksi diberikan masyarakat atas keberadaan warung kopi uyel. Namun hal ini tidak membuat pengemar berhenti untuk memperjuangkan persamaan hidup mereka di dalam lingkungan masyarakat. Perlahan namun pasti semakin banyak bermunculan warung kopi dengan penjaga wanita di daerah Gresik, baik itu positif atau sebaliknya. Fenomena sosial yang menurut peneliti dapat memunculkan permasalahan kompleks dan berkepanjangan dewasa ini adalah fenomena keberadaan buruh pabrik di dalam lingkungan warung kopi uyel yang semakin banyak yang bermunculan.

Penelitian ini memfokuskan pada fenomena-fenomena yang ada di dalam lingkungan warung kopi dari tanggapan penggemar kopi sampai pada aktivitas di dalam lingkungan warung kopi, selain itu peneliti ingin mengetahui permasalahan bagaimana makna-makna yang terbentuk dari komunitas cangruk di dalam lingkungan warung kopi uyel. Kebutuhan seseorang akan tempat hiburan dan wadah bagi komunitas penggemar warung kopi. Hal inilah yang menjadi pendorong warung-warung dengan konsep wanita sebagai penjaga berkembang pesat di daerah Gresik. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fenomena warung kopi uyel yang ada di gresik, selain itu peneliti ingin mengungkap tentang keberadaan komunitas cangkruk yang menjadi penggemar warung kopi uyel tersebut.

Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif yang menggunakan teknik pemilihan informan secara purposive sampling dan data digali dengan menggunakan observasi dan wawancara mendalam terhadap informan.
 
Dari hasil penelitian makna-makna yang terbentuk di dalam lingkungan warung kopi uyel oleh penggemar kopi uyel adalah keberadaan warung kopi yang dijadikan sebagai wadah berkumpulnya komunitas-komunitas untuk mencari informasi-informasi dan hiburan bagi komunitas. Dimana terbentuknya suatu komunitas buruh terbentuk atas unsur ketidaksengajaan. Dimana mereka memiliki persamaan prinsip dari makna-makna yang mereka ciptakan di dalam lingkungan warung kopi. Maka dengan adanya prinsip-prinsip yang melekat pada komunitas buruh tersebuh akan menjadi sebuah gaya hidup baru bagi komunitas buruh pabrikan di kota gresik.
Read more

Hak Anak di Rutan Medaeng

Tugas Akhir/Skripsi Sosiologi
Disusun oleh: Temma Nifianto
Universitas Airlangga
Program Studi Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik

Intisari:

Hak anak dan Konvensi Hak Anak (KHA) merupakan satu kesatuan dalam mengakkan prinsip-prinsip perlindungan hukum terhadap anak. Studi yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif ini dilakukan untuk menggunakan menggambarkan kekerasan yang dialami tahanan anak terkait dengan KHA, khusunya berkaitan dengan interpretasi terhadap kekerasan oleh tahanan anak dan peran petugas sipir sebagai aparatur penegak prinsip-prinsip KHA dalam rutan.

Informan ditentukan dengan teknik key person dan menggali informasi dilakukan dengan menggunakan guide interview. Berdasarkan hasil penelitian ini, dimana teori interaksi simbolik sebagai landasan analisis, dapat digambarkan bahwa kekerasan yang dialami oleh tahanan anak dimaknai sebagai suatu bentuk kewajaran. Sedangkan, disini peran petugas sipir dalam pelaksanaan KHA kurang maksimal, hal ini dikarenakan petugas sipir melakukan interpretasi terhadap protokol KHA disesuiakan dengan realitas yang ada di lapangan (lingkungan rutan).
Read more